Studi Kasus Optimalisasi Energi HVAC: Bagaimana Therm-X Memodernisasi Instalasi Chiller-nya dengan Sistem Manajemen Energi
04/08/2025Bagi banyak perusahaan manufaktur, sistem HVAC merupakan salah satu penyumbang terbesar konsumsi listrik. Seiring dengan kenaikan harga listrik dan penerapan peraturan efisiensi energi yang lebih ketat oleh pemerintah, sekadar mengganti peralatan saja tidak lagi memadai.
Optimalisasi energi HVAC saat ini memerlukan pemantauan berkelanjutan, pengendalian cerdas, dan visibilitas operasional.
Studi kasus ini menjelaskan bagaimana Therm-X bermitra dengan Ampotech untuk memodernisasi infrastruktur pendinginnya sekaligus meningkatkan pengendalian operasional di seluruh fasilitas manufakturnya.
Tentang Therm-X
Therm-X SVT adalah unit manufaktur di Vietnam milik sebuah perusahaan elektronik yang berbasis di Amerika Serikat.
Perusahaan ini mengoperasikan fasilitas manufaktur bersertifikasi ISO seluas 110.000 kaki persegi yang berlokasi di Kawasan Industri Dong Anh, Vietnam.
Seperti banyak fasilitas manufaktur lainnya, Therm-X membutuhkan visibilitas yang lebih baik terhadap konsumsi energi serta pengoperasian sistem air dingin (chilled water system) yang lebih efisien.
Tantangan Optimalisasi Energi HVAC
Sebelum proyek ini dimulai, Therm-X ingin mengatasi empat tantangan operasional utama:
- Visibilitas terbatas terhadap konsumsi listrik di seluruh fasilitas
- Tidak adanya Building Management System (BMS) terpusat untuk pemantauan jarak jauh
- Pengoperasian instalasi (chiller) yang masih manual
- Peluang untuk meningkatkan efisiensi sistem air dingin
Alih-alih mengganti peralatan HVAC yang sudah ada, Therm-X berfokus pada optimalisasi cara sistem tersebut dipantau dan dikendalikan.

Solusi Optimalisasi Energi HVAC
Ampotech melaksanakan proyek ini dalam waktu sekitar tiga bulan tanpa mengganggu operasional pabrik.
Proyek ini terdiri dari tiga tahap.
Tahap 1 – Sub-metering Energi
Langkah pertama adalah meningkatkan kemampuan pengukuran.
Ampotech melakukan pemasangan:
- 31 sub-meter listrik baru
- Integrasi 7 meteran yang sudah ada
- Energy Management System (EMS) terpusat
Langkah ini menciptakan visibilitas (real-time) terhadap konsumsi listrik pada peralatan-peralatan utama.

Tahap 2 – Optimalisasi Instalasi *Chiller*
Sistem pendingin ditingkatkan dengan penambahan:
- Variable speed drive (inverter)
- Katup bermotor (motorized valves)
- Flow meters
- Sensor suhu
Peningkatan ini memungkinkan EMS untuk memantau dan mengendalikan operasional air dingin secara berkelanjutan, sehingga tidak lagi bergantung pada penyesuaian manual.
Tahap 3 – Kontrol HVAC Sisi Udara (Airside)
Tahap akhir ini berfokus pada unit fan coil (FCU).
Termostat MODBUS dihubungkan ke platform EMS, yang memungkinkan kontrol terpusat atas pendinginan sisi udara di seluruh pabrik.

Hasil Optimalisasi Energi HVAC
Setelah tahap commissioning (pengujian dan aktivasi sistem), Sistem Manajemen Energi memberikan beberapa peningkatan operasional.
Visibilitas Energi yang Lebih Baik
Tim operasional dapat memvisualisasikan:
- Distribusi listrik
- Konsumsi energi peralatan
- Permintaan daya puncak (peak demand) fasilitas
- Anomali sistem
Alih-alih bereaksi terhadap masalah setelah terjadi, para insinyur dapat mengidentifikasi penggunaan energi yang tidak wajar jauh lebih awal.
Operasi Chiller yang Lebih Cerdas
EMS memungkinkan Therm-X untuk:
- Menjadwalkan peralatan pendingin
- Menghindari waktu operasional HVAC yang tidak perlu
- Mengelola permintaan listrik selama periode tarif tertentu
- Mengordinasikan operasi sistem pendingin secara otomatis
Kemampuan ini membantu mengurangi penggunaan energi yang tidak perlu sembari tetap menjaga kondisi produksi.
Pemantauan dan Pelaporan Terpusat
Platform ini juga menyediakan:
- Visualisasi dasbor
- Notifikasi alarm
- Pelaporan otomatis
- Pemantauan jarak jauh
- Fungsi Sistem Manajemen Gedung (BMS)
Menurut tim Therm-X:
“Profesional dengan adanya dasbor, data untuk pemantauan dan pelaporan, serta peringatan untuk mengontrol EMS dan sistem fasilitas.”

Mengapa Optimalisasi Energi HVAC Membutuhkan Lebih dari Sekadar Peralatan Baru
Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah anggapan bahwa optimalisasi energi HVAC hanya bisa dicapai dengan mengganti chiller.
Proyek Therm-X menunjukkan pendekatan lain:
Alih-alih mengganti peralatan yang masih berfungsi baik, produsen sering kali dapat mencapai peningkatan operasional yang signifikan dengan mengombinasikan:
- Pengukuran energi
- Sistem Manajemen Gedung (BMS)
- Otomatisasi
- Pemantauan waktu nyata (real-time)
- Analisis data
Hal ini memungkinkan infrastruktur HVAC yang ada beroperasi lebih efisien tanpa gangguan besar terhadap produksi.
Mengapa Hal Ini Penting bagi Produsen
Produsen di seluruh Asia Tenggara menghadapi tekanan yang semakin besar untuk:
- Meningkatkan efisiensi energi
- Mengurangi biaya operasional
- Memenuhi persyaratan pelaporan regulasi
- Menurunkan emisi karbon
Strategi optimalisasi energi HVAC yang terintegrasi menyediakan data operasional yang diperlukan untuk mendukung tujuan-tujuan tersebut sekaligus meningkatkan manajemen fasilitas sehari-hari.
Pelajari lebih lanjut tentang solusi energi untuk manufaktur DI SINI.
Coba Ampotech
Hubungi tim kami untuk merasakan langsung solusi energi dari Ampotech.

VI
EN